Nasional

Selasa, 28 November 2023 - 08:20 WIB

3 bulan yang lalu

Bung Fyan Datangi Polres Lamtim Soal Kasus Persekusi, Ketum PPWI Bakal Bawa Ribuan Wartawan

TBOnline, LAMTIM ¦ Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI) Kabupaten Lampung Timur Sopyanto, yang akrab disapa Bung Fyan, mengunjungi Polres Lampung Timur pada Senin (27/11/23), untuk menanyakan tindak lanjut laporan polisi terkait kasus persekusi dan pengeroyokan terhadap dirinya yang dilakukan gerombolan pengusaha hitam penambang pasir silika (kuarsa) ilegal di Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur, akhir bulan April 2023 lalu.

Wartawan Jurnal Polisi Pos ini datang ke Polres Lampung Timur bersama sejumlah anggota keluarganya untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus yang sudah lebih 7 bulan mengendap di meja penyidik Polres Lamtim tanpa kejelasan. 

Kedatangan Bung Fyan yang merupakan peserta Tim PPWI ke Jepang baru-baru ini, diterima Kasat Reskrim, AKP Yohanes Sihombing.

“Sejak 2 Mei 2023 lalu, saya melaporkan kasus persekusi, pengeroyokon serta penganiayaan yang saya alami ke Polda Lampung, penanganan kasus ini pun kemudian dilimpahkan ke Polres Lampung Timur. Namun, sejak penanganan kasus ini disampaikan ke Polres Lampung Timur, tidak ada tanda-tanda laporan ditindaklanjuti.   

“Sampai saat ini, laporan polisi yang telah memakan waktu berbulan-bulan belum juga ada kejelasan penyelesaiannya secara hukum,” kata Fyan.  

Merespon ini, Kasat Reskrim Johannes Sihombing berjanji untuk melakukan pra rekonstruksi kasus dimaksud pada Kamis, 30 November 2023 mendatang, kasat juga meminta waktu untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Sementara itu dari Jakarta, Ketum PPWI Wilson Lalengke, melalui sambungan telepon mengaku telah menghubungi dan mengkonfirmasi Kasat Reskrim Johannes Sihombing, terkait penanganan kasus penganiayaan Sopyanto ini.  

“Kasat Reskrim mohon do’a agar kasus ini segera dapat dia tangani bersama jajaran Polres Lampung Timur. Saya tanya berapa lama untuk diselesaikan, kata nya sesegera mungkin, dan Kamis (30/11) ini akan di rekonstruksi,” ungkap alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.  

Saat komunikasi dengan Kasat Johannes Sihombing ini, tokoh pers nasional itu mengatakan bahwa jika kasus ini terkesan bertele-tele dalam penanganannya, atau masih diabaikan oleh Polres Lampung Timur, maka pihaknya akan mendatangi Polres Lampung Timur bersama ribuan wartawan se-Indonesia.

“Jangan kalian berpikir kita akan kapok mendatangi Polres Lampung Timur, akibat kasus perebahan papan bunga tahun lalu. Kalau kasus penganiayaan anggota saya Sopyanto ini diabaikan terus, saya akan datang bersama ribuan wartawan untuk mempertanyakan kinerja kalian. Masalah papan bunga secepat kilat kalian bergerak, tapi kasus kriminal murni, pengeroyokan dan penganiayaan terhadap warga oleh pengusaha biadab, kalian seperti kucing basah, ketakutan. Hampir pasti karena kalian dapat setoran dari para begundal keparat itu,” tambah wartawan senior yang dikenal gigih membela wartawan dan warga terzolimi di berbagai pelosok negeri ini. sopian

Artikel ini telah dibaca 270 kali

Baca Lainnya