Kabupaten Sukabumi

Selasa, 18 Juli 2023 - 09:58 WIB

7 bulan yang lalu

Lokasi tanah kas Desa Cibodas yang tengah dibangun PT. Aneka Dasuib Jaya (foto : tbo)

Lokasi tanah kas Desa Cibodas yang tengah dibangun PT. Aneka Dasuib Jaya (foto : tbo)

Belum Turun Izin Bupati Sukabumi, PT. Aneka Dasuib Jaya Berani “Garap” Tanah Kas Desa Cibodas

TBOnline, SUKABUMI ¦ Ekspansi bisnis PT. Aneka Dasuib Jaya, perusahaan yang beralamat di Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat, dalam meluaskan pabrik produksinya dengan membangun di atas tanah kas Desa Cibodas, diduga kuat melabrak sejumlah aturan.

Penyisikan TBO, perusahaan yang bermain dalam pasar bahan makanan berjenis rumput laut (nori) ini mengantongi perjanjian kerjasama (MoU) dalam memanfaatkan tanah kas Desa Cibodas seluas ± 1000 m2 dengan mekanisme kerjasama bangun guna serah, hebatnya meski izin tertulis dari Bupati Sukabumi belum di dapat, perusahaan ini masih terus saja membangun.

Soal izin dan penghentian aktivitas pembangunan PT. Aneka Dasuib Jaya di atas tanah kas Desa Cibodas ini sebetulnya sudah pernah disampaikan Satpol PP Kabupaten Sukabumi, dalam surat bernomor : 300.1.1/2004.gakperda, tanggal 22 Februari 2023. Surat teguran yang ditujukan kepada Direktur PT. Aneka Dasuib Jaya ini menjelaskan bahwa perusahaan tersebut diduga membangun tanpa izin dan tidak dapat menunjukan bukti kepemilikan lahan, Satpol PP Kabupaten Sukabumi dalam surat ini meminta agar segala aktivitas pembangunan di lokasi dihentikan / dikosongkan sampai PT. Aneka Dasuib Jaya dapat menunjukan perizinan.

Tak hanya Satpol PP Kabupaten Sukabumi, pihak Kecamatan Bojonggenteng juga meminta agar PT. Aneka Dasuib Jaya menghentikan segala aktivitas di atas tanah kas Desa Cibodas, surat himbauan bernomor : 300.1.1/158-Trantib/2023, ini diterbitkan Camat Bojonggenteng Drs. Lesto Rosadi, juga pada 22 Februari 2023.

Sumber TBO di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, mengungkapkan bahwa pembangunan di atas tanah kas Desa Cibodas ini terbentur perizinan dan sudah disepakati untuk dihentikan sebelum ada kejelasan. 

Lereus tipayun teh saparantos difasilitasi mediasi rapat bersama berbagai pihak terkait, sebelum ada proses mengenai kejelasan pemanfaatan aset desa dan perijinan sesuai ketentuan sepakat untuk tidak melanjutkan terlebih duhulu proses pembangunan,” kata sumber ini, Senin (17/7/2023).

Sementara itu, hasil pengamatan TBO di lokasi (17/7), terlihat aktivitas pembangunan yang dilakukan PT. Aneka Dasuib Jaya masih berjalan, sebuah bangunan baru tampak berdiri kokoh di atas tanah kas Desa Cibodas.

Saling Lempar Kades dan Kaur Perencanaan 

Tidak transparannya pihak Pemdes Cibodas terlihat dari sikap Kades Ujang Furkon dan Kaur Perencanaan Aceng Mumu, yang seperti saling melempar ketika diminta TBO untuk memperlihatkan naskah perjanjian kerjasama (MoU) termasuk dokumen peraturan desa (Perdes) terkait pemanfaatan tanah kas desa oleh PT. Aneka Dasuib Jaya. 

“Saya nggak tahu (naskah MoU dan Perdes) nyimpannya dimana, coba nanti diminta ke kades karena itu urusan pimpinan,” kata Aceng, saat dijumpai di ruangannya, Senin (17/7).

Lain Aceng Mumu, beda pula Ujang Furkon, yang malah mengaku bahwa dokumen tersebut justru berada pada Kaur Perencanaan. 

Hampura pisan pa haji mah bilih lepat, ka pa kaur aja,” dalih Kades Cibodas.

Sebelumnya, Aceng Mumu mengaku semua syarat dan aturan dalam proses pemanfaatan tanah kas Desa Cibodas oleh PT. Aneka Dasuib Jaya ini telah ditempuh sesuai prosedur.

“Kami tidak serta merta langsung menyetujui, kita lihat dulu aturan ada Permendagri 1/2016 dan Perbup Sukabumi 103/2016. Setelah itu kami mengundang perwakilan warga RT1 sama RT4 yang berada dekat di lokasi, kita juga mengadakan musyawarah desa (musdes) khusus tentang masalah itu, dari musyawarah ini disepakati kita alihkan kerjasama sewa bangun guna serah, awalnya ruislag. Kemudian kami koordinasi dengan kecamatan, dinas pertanian, dinas lingkungan hidup, tata ruang, semua kita tempuh rekomendasi. Dulunya tanah kas desa tersebut di dinas pertanian tercatat sawah, namun bertahun-tahun tidak ada aliran air, dinas pertanian juga melakukan survey. Karena posisi tanah lereng, tidak produktif, makanya kami menyetujui, prosesnya berjalan dan kita siapkan kontrak,” kata Aceng. 

Untuk kerjasama pemanfaatan tanah kas Desa Cibodas melalui mekanisme bangun guna serah ini menurut Aceng selama jangka waktu 20 tahun. “Kita sepakati bersama BPD dan masyarakat, sewa tersebut selama 20 tahun,” ujarnya.

Kaur Perencanaan yang mengklaim mengikuti seluk beluk proses administratif kerjasama bangun guna serah tanah kas desa Cibodas dengan PT. Aneka Dasuib Jaya ini juga menyatakan bahwa pembangunan masih dalam proses. “Yang lagi dibangun ruang produksi baru, sudah sekitar 80 persen pembangunan,” sebutnya.

Sementara itu, ketika ditanyakan kepada Kades Cibodas Ujang Furkon, soal kabar yang menyebutkan PT. Aneka Dasuib Jaya ngotot terus membangun gedung produksi di atas tanah kas Desa Cibodas meski izin masih dalam proses, karena sebelumnya ada salah satu oknum yang mengatasnamakan Pemdes Cibodas telah menerima sejumlah uang dari pihak perusahaan, tidak dijawab tegas Ujang Furkon.

“Ada pembayaran hanya 3 tahun. Izin2 pabrik udah dari awal. upami teu lepat kitu. Langsung masuk rekening kas desa,” katanya melalui WA, Senin (17/7). red

Artikel ini telah dibaca 694 kali

Baca Lainnya