Headline Kabupaten Sukabumi

Rabu, 19 Agustus 2020 - 17:55 WIB

2 bulan yang lalu

Belum Dapat Restu Partai, Nasib Adjo Sardjono di Simpang Jalan

TBOnline [SUKABUMI] — Konstelasi Pilkada Kabupaten Sukabumi jelang tahapan penetapan pasangan calon pada 4-6 September 2020 nanti, memunculkan kekhawatiran kandasnya dukungan partai politik terhadap Wakil Bupati Adjo Sardjono untuk maju dalam Pilkada Desember mendatang. Kans Adjo untuk maju masih tanda tanya, meski dukungan terhadapnya di kalangan akar rumput kian menguat dan dianggap satu-satunya calon yang dapat menandingi popularitas calon petahana Bupati Marwan Hamami.

Hal ini menguat karena hingga 9 hari sebelum pengumuman pendaftaran pasangan calon [paslon] yang dimulai pada 28 Agustus 2020, Adjo Sardjono belum juga mendapat porsi dan dukungan dari parpol.

Ilustrasi gambar matriks APBD [foto: go riau]

Muncul kabar, lambannya dukungan terhadap Adjo ini salah satunya karena dugaan proses bargaining partai politik dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara [KUA-PPAS] —sebagai pijakan pengesahan APBD TA 2021— antara eksekutif yang diwakili tim anggaran pemerintah daerah [TAPD] dengan Badan Anggaran [Banggar] DPRD Kabupaten Sukabumi. Dugaan skema yang muncul ialah menutup peluang Adjo meraih dukungan 10 kursi partai politik, sehingga praktis ia tak dapat melenggang dalam Pilkada mendatang.

Selain itu, kemunculan beberapa figur politisi yang rela disandingkan sebagai Wakil Adjo Sardjono dalam Pilkada mendatang juga mencuatkan dugaan politis hanya memanfaatkan nama Adjo Sardjono dan sebatas alat tawar menawar dengan calon petahana yang kini menjabat sebagai kepala eksekutif di Kabupaten Sukabumi.

Partai Gerindra, PKB dan PAN yang dianggap masih konsisten mendukung pencalonan Adjo Sardjono, setelah pecah kongsi dengan PPP dan PDI Perjuangan yang terlebih dahulu membentuk poros politik baru, hingga kini belum menunjukan tanda-tanda riil dukungan.

Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Sukabumi Yudha Sukmagara bersama Adjo Sardjono [foto; ist]

Partai Gerindra, partai pemenang pemilu legislatif yang mendapat 9 kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, dimana Adjo Sardjono ikut juga dalam tahapan proses penjaringan dan seleksi calon kepala daerah di dalam nya, melalui Agus Firmansyah, Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi, secara diplomatis mengungkap status Adjo di Partai Gerindra kini.

Menurutnya, hal ihwal dukungan terhadap  Adjo Sardjono hanya tinggal menunggu rekomendasi dari DPP Gerindra. “Mengenai pencalonan Pa Adjo Sardjono di Partai Gerindra sudah melalui mekanisme sesuai dengan tahapan yang dilaksanakan di Partai Gerindra, saat ini ranah nya ada di DPP, kami DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi sedang menunggu SK dan rekomendasi dari DPP terkait pasangan calon bupati dan wakil bupati yang sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan informasi kapan akan segera diterima, mengingat waktu yang tinggal 2 minggu ini, kami masih optimis DPP akan segera mengeluarkan SK dan rekom tersebut sebelum masa pendaftaran KPU dibuka tanggal 4, 5, 6 September 2020,” katanya, Selasa [18/08].

Agus bahkan kembali menegaskan status Adjo Sardjono dan menepis anggapan lambannya dukungan karena terkait pembahasan anggaran maupun hal politis lainnya. “Ya benar, kami tinggal menunggu putusan SK dan rekom DPP. Mengenai Pa Adjo sudah daftar penjaringan dan mengikuti tahapan serta proses seleksi di Gerindra, tinggal menunggu putusan DPP,” tandasnya.

Seakan menguatkan pendapat koleganya, politisi Gerindra yang juga anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ade Dasep Zainal Abidin, dalam unggahan di media sosial facebook milik nya menerangkan hingga kini partai nya belum menentukan koalisi maupun pilihan calon. “Sampai ini detik DPP Partai Gerindra belum memutuskan berkoalisi dengan siapa? Terlebih mengusung calon siapa? Jadi saya ingatkan jangan coba-coba posting menggunakan nama dan lambang partai saya, anda-anda ini telah mengelabui dan membohongi publik, khususnya publik medsos,” postingnya pada Selasa [18/08] sambil menambahkan screen shot unggahan beberapa akun yang menampilkan pasangan calon dengan atribut Partai Gerindra.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa [PKB] Kabupaten Sukabumi, Asep Supriatna, juga merespon kabar ini, dan menampik tegas isu anggaran dan politis yang menjadi sebab lambannya dukungan terhadap Adjo Sardjono.

Adjo Sardjono bersama Ketua DPC PKB Kab. Sukabumi, Asep Supriatna dan beberapa petinggi partai, saat menerima rekomendasi dari DPP PKB [foto: ist]

Dan mirip dengan alasan yang dikemukakan Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi, Asep Supriatna menerangkan hingga kini partai nya masih menunggu putusan dan rekom dari DPP PKB.

“Nanti kita tunggu keputusan pusat,” imbuhnya.

Ketika didesak kapan rekom dari DPP keluar, Asep gamblang menjawab. “Ya nunggu…! Usulan sudah disampaikan”.

Seakan meyakinkan kembali dukungan, menurut Asep, Adjo Sardjono bahkan sudah diberi tugas oleh DPP PKB untuk mencari koalisi partai dan calon wakil nya.

Pendukung Adjo Sardjono, yang menamai diri sebagai Relawan Militan Adjo Sardjono [R-MAS] melalui ketua umum nya Asep Ferdiansyah, dengan yakin memberikan pendapat melalui akun facebook miliknya, bahwa dukungan partai politik terhadap Adjo Sardjono sudah ajeg. “Insya Allah, sepakat sepaket untuk Sukabumi unggul,” postingnya dengan menampilkan visualisasi gambar berupa dukungan Partai Gerindra, PKB, PAN, PPP dan PDI Perjuangan terhadap Adjo Sardjono dengan nama Koalisi Sukabumi Unggul-Nasionalis Religius.

Postingan Ketua Umum Relawan Militan Adjo Sardjono [R-MAS] Agus Ferdiansyah, terkait dukungan partai politik terhadap Adjo Sardjono [foto: facebook]

Sementara Sekda Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri, yang juga sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah [TAPD] hingga berita ini di publish belum merespon pertanyaan TBO terkait dugaan politisasi dalam pembahasan anggaran bagi kepentingan pilkada. Red ***

Artikel ini telah dibaca 629 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya