Bangka Belitung Nasional

Sabtu, 25 September 2021 - 15:39 WIB

3 minggu yang lalu

Lokasi tambang diduga milik H. Joni yang berada di IUP PT. Timah yang menjadi lokasi meninggal operator PC bernama Marsadi (Foto : Tbo)

Lokasi tambang diduga milik H. Joni yang berada di IUP PT. Timah yang menjadi lokasi meninggal operator PC bernama Marsadi (Foto : Tbo)

Bekerja di IUP PT Timah Tak Berizin, Operator PC di Tambang H. Joni Meregang Nyawa

TBOnline [BANGKA BARAT] —  Meninggalnya seorang operator PC bernama Marsadi (35 tahun) saat sedang bekerja mengupas tanah atau membuat lubang camui di lokasi tambang milik H. Joni di dalam IUP PT. Timah di Tempilang, Bangka Barat, yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi perbincangan hangat di tengah warga.

Kejadian laka tambang yang menyebabkan meninggalnya operator PC bernama Marsadi ini dibenarkan Kapolsek Tempilang Ipda Mulia Renaldi. “Informasi tersebut memang benar ada kejadian laka tambang, namun proses hukum tetap jalan walaupun penegakan hukum terakhir, jadi apabila ada itikad baik dari kedua belah pihak maka diusahakan dahulu secara kekeluargaan,” ungkap Ipda Mulia, Rabu (22/9/2021) malam.

Kapolsek Tempilang Ipda Mulia Renaldi, yang memberikan penjelasan atas meninggal nya operator PC bernama Marsadi, yang tengah bekerja di tambang milik H. Joni di Tempilang (Foto : Tbo)

Menurut Kapolsek Tempilang, antara H. Joni selaku pemilik tambang dengan pihak keluarga Marsadi sudah ada kesepakatan damai. H. Joni bersedia bertanggungjawab atas musibah ini, namun proses hukum tetap berjalan. “Jika tidak ada titik terang dan surat perjanjian antara kedua belah pihak tidak ada. Maka berdasarkan laporan pihak korban, kami akan menindaklanjuti laporan tersebut,” tegas nya.

Ditambahkan Ipda Mulia, pihak nya juga telah memintai keterangan pihak PT. Timah selaku pemilik IUP dimana lokasi laka tambang milik H. Joni tersebut terjadi. “Kami sudah memanggil dan memintai keterangan pihak PT. Timah selaku pemilik IUP, namun karena belum BB dan LP maka belum kami ekspos, saat ini kami mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dengan asas ultimatum remedium artinya penerapan sanksi pidana dijatuhkan sebagai alat terakhir pada suatu permasalahan,” jelas Kapolsek Tempilang.

Meninggalnya Marsadi, operator PC di Tempilang juga dibenarkan dokter jaga UGD Puskesmas Tempilang dr. Kris, yang sempat menangani korban. “Namun korban saat datang ke Puskesmas kondisinya sudah tidak ada (meninggal). Melihat secara fisik kondisi korban, badannya sudah dingin dan kemungkinan korban meninggal dunia sudah di bawah 6 jam,” jelas dr. Kris, Kamis (23/09/2021).

Lokasi tambang yang diduga menjadi tempat meninggal operator PC bernama Marsadi (Foto : Tbo)

Hingga berita ini naik pihak PT Timah melalui Isfandi Dragon, Pengawas Tambang (Wastam) wilayah Bangka Barat, belum memberikan klarifikasi dan penjelasan atas meninggalnya operator PC di IUP PT. Timah. Andi Mulia (berbagai sumber)

Artikel ini telah dibaca 130 kali

Baca Lainnya