Headline Metropolitan

Minggu, 2 Agustus 2020 - 10:50 WIB

2 bulan yang lalu

Bantah Penangkapan Djoko Tjandra Berhubungan Dengan Suksesi Kapolri, Neta S. Pane : Kabarnya Dari Bintang Dua, Namun Itu Hak Prerogatif Presiden

TBOnline [JAKARTA] – IPW memberikan apresiasi kepada Kepolisian Diraja Malaysia yang sudah mau mendengar aspirasi rakyat Indonesia dan membantu penangkapan Djoko Tjandra serta menyerahkan buronan kelas kakap itu kepada Polri.

Demikian diungkapkan Ketua Presidium IPW Neta S. Pane dalam siaran pers yang diterima TBO, Sabtu [01/07/20].

Menurut Neta, kerjasama yang ditunjukkan pihak Malaysia dengan Indonesia ini patut dicontoh Polri ke depan, khususnya NCB Interpol Polri dalam melakukan lobi ke negara-negara lain yang terdapat buronan koruptor yang bersembunyi disana. “Mengingat masih ada 38 buronan NCB Interpol Polri di luar negeri. Artinya, kerjasama internasional paska tertangkap nya Djoko Tjandra perlu dilanjutkan, sehingga Polri bisa segera menangkap buronan lainnya, seperti bos Gajah Tunggal Syamsul Nursalim dan Itji Nursalim yang saat ini diduga bersembunyi di Shanghai Cina,” ulas Neta.

Terkait merebaknya kabar, bahwa penangkapan Djoko Tjandra bersisian dengan suksesi kapolri ke depan, IPW membantah hal ini.

Neta melihat kasus maupun penangkapan buronan kakap itu justru tidak ada kaitannya dengan bursa calon kapolri. “Sebab presiden tentunya punya kriteria sendiri tentang calon kapolri yang akan diangkatnya di masa depan. Bagaimana pun calon kapolri yang akan diangkat presiden tentu melihat situasi aktual politik saat itu dan proyeksi situasi ke depan, yang semuanya sangat tergantung pada insting politik presiden maupun hak prerogatif presiden,” katanya.

Namun dalam kondisi panas kasus Djoko Tjandra ditambah tertangkapnya buronan kakap itu, ada saja pihak-pihak yang mengkaitkannya dengan bursa calon Kapolri. “Padahal hal itu tidak ada kaitannya dan situasinya ‘jauh panggang dari api’,” tegas Neta.

Apalagi IPW mendapat informasi bahwa calon kapolri ke depan yang akan dipilih presiden dari bintang dua dan proses suksesinya satu paket dengan calon wakapolri. “Memang informasi yang diperoleh IPW ini kembali kepada situasi aktual dan menjadi hak prerogatif presiden. Sebab itu sebaiknya, masyarakat maupun pihak tertentu jangan berspekulasi dan mengkaitkaitkan kasus Joko Tjandra dengan suksesi kapolri karena tidak ada kaitannya,” tandasnya.

Sebaiknya semua pihak bersabar menunggu momentum yang akan terjadi, yang sepertinya akan dimulai presiden dengan reshuffle kabinet, pergantian panglima TNI dan suksesi kapolri. “Semua ini dinilai IPW akan dilakukan presiden paska new normal agar pemerintahan ke depan semakin efektif dan stabilitas keamanan kondusif,” tutup Neta. red***

Artikel ini telah dibaca 542 kali

Baca Lainnya