Bangka Belitung Tuan Rumah FLS2N 2018 (Nasionalisme Menghantarkan Anak-Anak Lombok Hadir di Bumi Serumpun Sebalai)

TB- Online, Bangka Barat

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi tuan rumah dalam event Festival Lomba Seni Siswa Tingkat Nasional (FLS2N) 2018 jenjang SD, SMP, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PK/LK) yang dilaksanakan pada 26 Agustus – 1 September mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy saat membuka  FLS2N 2018 di GOR Sahabudin Pangkalpinang, Senin (27/8/2018) mengapresiasi persiapan Babel sebagai tuan rumah. “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemprov Babel yang telah memfasilitasi dan bekerjasama dengan pusat sehingga terselenggaranya FLS2N di Babel,” kata Muhadjir.

Ia mengatakan FLS2N merupakan puncak dari program pendidikan karakter yang ada di sekolah untuk mengasah kemampuan para siswa dibidang keindahan dan kesenian. “Jiwa seni diasah agar anak memiliki hati yang lembut, pikiran yang jernih. Ini merupakan puncak dari program pendidikan karakter,” katanya.

Ada yang mematut ketertarikan Target Buser dari perhelatan skala nasional yang berlangsung di Bumi Serumpun Sebalai ini, ialah kehadiran siswa-siswi dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang datang membawakan Tari Adat Sasak Dance Production.

Meski daerah mereka kini tengah tertimpa musibah, namun tidak menyurutkan semangat anak-anak Lombok ini dalam mengikuti kegiatan. “Apresiasi mendalam patut diberikan kepada rombongan ini,” tukas Fani Tamzona, kontributor Target Buser di Bangka Belitung.

Joko Prasetyo, pembina sanggar tari dari Lombok ini kepada Fani Tamzona mengungkapkan tidak sedikit siswa yang hadir di Babel ini merupakan pengungsi yang tinggal di penampungan, karena kediaman mereka luluh lantak dihantam gempa. “Bahkan ada yang sudah 1 bulan tinggal di tenda pengungsian,” ungkap Joko.

Menurut Joko, jiwa nasionalisme lah yang menghantarkan rombongan ini ke Bangka Belitung. “Anak-anak antusias sekali mengikuti kegiatan ini, jadi meski musibah sedang terjadi namun semangat persatuan tidak boleh surut sedikitpun”. (Fani Tamzona)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *