Berita Polisi Hukum

Selasa, 7 September 2021 - 12:14 WIB

3 minggu yang lalu

Anton Heriprasetianto Laporkan AW Atas Dugaan Pidana Penggelapan Mobil ke Polres Bogor

TBOnline [BOGOR] — Anton Heriprasetianto, warga Kampung Nagrok, Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, melaporkan tindak pidana penggelapan atas mobilnya yang dilakukan AW ke Polres Bogor pada 2 Agustus 2021, yang hingga kini kasus dengan laporan polisi bernomor : STBL/B/1132/VIII/2021/JBR/RES BGR tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kepada TBO, Anton menceritakan perkara nya bermula ketika AW meminjam uang senilai Rp145 Juta untuk menambah modal usaha pribadi nya, dengan janji dalam beberapa bulan AW akan mengembalikan uang Anton tersebut.

Bukti laporan polisi Anton ke pihak Polres Bogor (Foto : Tbo)

Namun, bukannya uang yang diterima Anton, malah AW melakukan pengembalian pinjaman dengan modus transfer fiktif melalui BCA Mobile (M. Banking) senilai Rp100 juta, alhasil dana tersebut tidak masuk ke rekening Anton.

Tahu modusnya terbongkar, AW memohon kepada Anton untuk tidak melaporkan kejadian ini ke pihak keluarga, AW beralasan dana tersebut digunakan kembali untuk menambah modal usaha.

“Bahkan Agini Wijayanty mengiming-imingi saya dengan imbalan hasil usaha yang menggiurkan dan meyakinkan akan segera dikembalikan dana pokoknya keseluruhan,” kenang Anton.

Dalam perjalanannya, sekitar Oktober 2020, AW memerlukan mobil untuk operasional usaha pribadi dan rutinitas pekerjaannya di sebuah yayasan sekolah swasta, ia pun menyewa 2 unit mobil Anton bertipe Honda Mobilio dan Daihatsu Grand Max.

Namun kembali AW berulah, ketika pembayaran sewa mobil tidak lancar, Anton berinisiatif meminta kembali mobil nya kepada AW, namun AW selalu berkilah mobil masih digunakan untuk operasional yayasan. Tak percaya, pada Maret 2020 Anton kemudian menelusuri keberadaan mobil dengan mengikuti petunjuk GPS yang terpasang di mobil.

Nahas, saat ditemukan, kedua mobil rupanya sudah dalam penguasaan pihak lain, yang mengaku mendapatkan mobil dari AW dengan cara gadai.

Mobil milik Anton yang digadai AW ke pihak lain (Foto : Tbo)

“Saat saya tanya pada AW, yang bersangkutan beralasan akan segera menebus dan mengembalikan mobil saya tersebut,” kata Anton.

Setelah semua kejadian yang dialaminya, Anton pun kemudian menemui pihak keluarga AW dan minta pertanggungjawaban atas 2 unit mobil milik nya yang digadai AW, termasuk dana pinjaman AW kepada Anton yang katanya digunakan untuk modal usaha senilai Rp394.300.000.

Akhirnya Anton dan pihak keluarga AW sepakat untuk membuat perjanjian hutang piutang di hadapan notaris. Dalam perjanjian ini pihak keluarga AW meminta toleransi waktu selama 4 bulan yang jatuh tempo pada 30 Juli 2021 untuk mengembalikan 2 unit mobil milik Anton yang digadaikan serta membayar pinjaman modal usaha sebesar 394.300.000.

Singkat cerita, satu hari sebelum jatuh tempo pada 30 Juli 2021, pihak keluarga AW mengingkari perjanjian dan tidak dapat memenuhi tanggungjawab nya kepada Anton. Bahkan dengan nada menantang mempersilahkan Anton untuk memperkarakan AW ke pihak kepolisian.

“Akhirnya pada 4 Agustus 2021 saya mengadukan AW atas pidana menggelapkan mobil dengan membuat laporan ke pihak Polres Bogor, sesuai TKP di Perum Telaga Kahuripan, Griya Ganesha, Blok F.3/06. Rt004 Rw13, Kelurahan Tegal, Kecamatan Kemang, Bogor. Hingga kini kasus tersebut masih berproses dan penyidik akan melakukan pemanggilan kepada Agini. Saya yakin penegak hukum akan memberikan keadilan dalam perkara saya ini,” harap Anton. Sopian

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya