Berita Polisi Metropolitan

Selasa, 11 Agustus 2020 - 11:39 WIB

1 bulan yang lalu

ANAK JADI OBJEK SEKS – Polres Jakbar Tangkap Pelaku dan Penyebar Konten Pornografi

TBOnline [POLRES JAKARTA BARAT] – Polres Jakarta Barat berhasil mengungkap dan menangkap penyebar video mesum yang melibatkan anak di bawah umur, yang belakangan viral di dunia maya. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru mengungkapkan, awal mula pengungkapan ini saat Subnit Cyber Crime, Unit Krimsus, Polres Metro Jakarta Barat dibawah pimpinan Kanit Krimsus AKP Bayu Kurniawan bersama anggota nya melakukan patroli cyber. “Dari sini kemudian ditemukan sebuah group di aplikasi media sosial Line yang melakukan penyebaran video dan konten pornografi,” kata Audie, Senin [10/08/2020].

Untuk dapat bergabung ke dalam group tersebut diharuskan melakukan registrasi pembayaran kepada admin group melalui sebuah rekening bank atau gopay atau aplikasi dana milik admin. “Selanjutnya diketahui bahwa di dalam group tersebut tidak hanya terdapat aktifitas penyebaran video pornografi tetapi ada juga pata talent yang merupakan para wanita yang masih berusia di bawah umur melakukan jasa video call sex, live show,” imbuh kapolres.

Talent melakukan live streaming langsung yang dapat dilihat semua member group dengan sepengetahuan admin.

“Berdasarkan alat bukti yang diperoleh, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku P yang diduga admin. Tersangka P ditangkap di daerah Kapuk Poglar, Jakarta Barat. Dimana dari keterangan pelaku yang diamankan ada pelaku lain yang terlibat yakni BP [DPO] yang juga merupakan admin group,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi menambahkan, selanjutnya dilakukan pengembangan hingga berhasil menangkap pelaku lain DW dan RS dan seorang talent live show yang diketahui masih di bawah umur.

“Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Perempuan, maka talent yang masih di bawah umur akan kami lakukan diversi. Menimbang usia anak masih dini dan berstatus masih pelajar kemungkinan anak tersebut akan kami kembalikan kepada orang tuanya yang sebelumnya akan dididik terlebih dahulu di sebuah Pondok Pesantren,” jelasnya.

Masih menurut Arsya, untuk pelaku lainnya akan dijerat pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 dipidana penjara paling lama 6 tahun.

“Dari pengungkapan tersebut, kami mengamankan barang bukti berupa 4 unit HP, 4 akun Line, 1 ATM rekening BCA, screeshot kiriman video pornografi, video live streaming anak di bawah umur,” tandasnya.

Sementara ketua Komisioner KPAI Putu Elvina mengapresiasi keberhasilan Polres Metro Jakarta Barat yang telah berhasil membongkar prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur

“Karena memang selama masa pandemi ini kuantitas anak anak yang berinteraksi dengan gadget ini mengalami kenaikan,” katanya.

Karena memang 24 jam mereka di rumah dan satu satunya hiburan yaitu dengan gadget. Gadget ini seperti pisau bermata dua, maka wajar saja kasus ini terungkap. “Memang tidak mudah mengungkap kasus kasus ITE terutama kasus-kasus yg berkonten pornografi. Oleh karena itu KPAI mengapresiasi,” sebutnya.

Putu Elvina menambahkan, sangat disayangkan bahwa anak yang berhadapan dengan hukum sebagai pelaku dan yang menyebarkan konten dan juga talent melakukan live show.

“Tentu ini menjadi berat bagi anak tersebut. Saya sudah ketemu anaknya ketemu keluarganya, dalam hal ini Pak Kapolres dan teman teman semuanya, ada benang merah ternyata kenapa anak ini mau terlibat dengan live show tersebut. Saya tanya apakah tidak takut dan tidak khawatir dan lain sebagainya, anak tersebut mengatakan saya tidak tahu soal itu. Artinya, edukasi terkait literasi digital, kemudian masalah pornografi, grooming, terhadap anak minim sekali,” ulasnya.

Diawali dengan berkenalan dengan seseorang yang kemudian anak menjadi terbiasa, dan dalam hal ini butuh uang. Sehingga ketika diinvite ke dalam grup dia terima dan kemudian dia berani melakukan open istilahnya.

“Open artinya live show. Saya tanya kamu gak takut, ya saya butuh uang saya jadi ingin memiliki uang terus menerus. Dan apa orang tuanya tahu? Dia bilang tidak. Kenapa kamu bisa nyaman dan percaya karena itu tadi, karena si anak haus perhatian. Komunikasi dengan orang tua yang kurang. Orang tuanya tidak menjadi pendengar yang baik. Itu menjadi peluang bagi orang yang memanfaatkan anak untuk grooming secara seksual. Bermula dari situ si anak terjebak dalam grup seperti yang diceritakan oleh pak kapolres,” katanya.

Tentu saja KPAI sudah ketemu sama orang tuanya, dan sudah bicara untuk edukasi. Anaknya sudah mengatakan kapok dan tidak ingin pegang hp lagi. Selain itu berniat sesudah ini ingin masuk pesantren untuk berubah karena dia masih usia 14 tahun atau di bawah umur.

“Maka diversi prioritas untuk dilakukan. Mungkin dalam waktu dekat Polres Jakbar akan melakukan difersi dengan Bapas untuk mencari jalan keluar,” tutupnya.

Naskah & Foto ; Humas Polres Metro Jakarta Barat

Editor ; Redaksi TBO

Artikel ini telah dibaca 133 kali

Baca Lainnya