Bangka Belitung

Jumat, 5 Februari 2021 - 07:59 WIB

3 minggu yang lalu

Aktivitas TI di Teluk Kelabat Dalam Meresahkan Nelayan, FPTKD Sepakat Akan Gelar Audiensi

TBOnline [BANGKA BARAT] — “Kami resah dengan adanya aktivitas tambang di Teluk Kelabat Dalam dan kami akan tetap mempertahankan Teluk Kelabat Dalam agar bebas dari aktivitas tambang ilegal, sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam Perda Nomor 3 Tahun 2020 Provinsi Kep. Bangka Belitung Tentang RZWP-3-K, bahwa Teluk Kelabat diperuntukan untuk pariwisata, budi daya tangkap ikan dan penyangga Taman Nasional Gunung Maras”.

Demikian ditegaskan Maryono, perwakilan nelayan pada Rapat Koordinasi Forum Pecinta Teluk Kelabat Dalam (FPTKD), yang membahas terkait penolakan nelayan oleh aktivitas TI Apung yang beroperasi di Teluk Kelabat Dalam, yang digelar di Rumah Makan Laut BUMDes Bakit, Kamis (04/02).

Sekitar 40 orang mewakili 8 desa diantaranya Desa Tuik, Desa Beruas, Desa Pusuk, Desa Pangkal Niur, Desa Liding Panjang, Desa Rukam, Desa Semulut, Desa Kapit dan Desa Bakit, yang berada di sekitar Teluk Kelabat Dalam hadir dalam pertemuan ini, termasuk anggota Polsek Jebus dan Bhabinkamtibmas Bakit.

“Kesimpulan rapat ialah Forum Pecinta Teluk Kelabat Dalam (FPTKD) akan melaksanakan audiensi ke Gubernur Babel, Polda dan Komisi 3 DPRD Babel dan melaporkan secara tertulis ke Gakkum KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) terkait aktivitas tambang di Teluk Kelabat Dalam ini dan Insha Allah dalam audensi nanti ada 10 desa yang ikut,” kata Maryono usai acara.Ditambahkan Maryono, audiensi akan dilaksanakan dalam minggu ini.

“Pada intinya kami akan tetap menyelesaikan permasalahan ini secara bersama, bukan hanya di tingkat desa,” tandasnya. Fani Tamzona

Artikel ini telah dibaca 473 kali

Baca Lainnya