Bangka Belitung

Jumat, 27 Agustus 2021 - 14:20 WIB

4 minggu yang lalu

Aksi Temui Bupati Bangka Barat, Warga Tuntut Diizinkan Beraktivitas Dengan Ponton Selam

TBOnline [BABEL] —  Warga Desa Bakit, Semulut, Teluk Limau dan Penganak di Kecamatan Jebus Parittiga, mengadakan aksi bersama di sekitar Pantai Tanjung Rhu, aksi warga ini menuntut Ti (Ponton) Selam milik mereka agar dapat beroperasi kembali, Rabu (25/08/2021).

Aksi ini sempat ingin menyetop aktivitas ponton rajuk yang saat itu tengah beroperasi di dalam otorisasi IUP milik PT. LSM, namun urung dilakukan setelah Kapolsek Jebus AKP M. Saleh beserta anggotanya meminta agar massa melakukan negosiasi melalui pihak desa.

Baca Juga : Operasi Gabungan di Tanjung Rhu dan Teluk Kelabat, Kombes Pol Sihar Matogu Manurung : Ini Biasanya Kucing-KucinganDari desa kemudian diarahkan agar perwakilan warga menyampaikan aspirasi langsung ke Forkopimda Bangka Barat, warga pun menyutujui nya.

Sekitar pukul 11.30 Wib dengan menaiki 10 armada bus, warga bertolak menuju Kantor Bupati Bangka Barat di wilayah Mentok, di dampingi Kapolsek Jebus dan jajaran Forkopimcam.

Baca Juga : Ops Penertiban Tambang Teluk Kelabat, Warga Tanjung Gudang Minta Pemerintah Berikan Solusi

Sesampainya di lokasi, warga diterima Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, Dandim 0431/BB dan Kapolres di halaman kantor pemerintahan kemudian menuju Ruang Operasional (OR) Pemkab Babar, perwakilan warga pun menyampaikan aspirasi nya di hadapan bupati.

Rahman, juru bicara warga Teluk Limau mengungkapkan kehadiran warga karena ingin menyampaikan keluh kesah terkait aktivitas ponton selam milik mereka yang sudah tidak dapat beroperasi kembali.“Kami hadir disini mewakili kawan-kawan kami yang mempunyai alat ponton selam, ingin bekerja agar bupati serta pimpinan lainnya dapat memikirkan nasib kami. Karena dari ponton ini lah kami bisa menghidupkan anak istri dan keluarga kami. Dengan alat ponton ini kami bekerja selama ini,” kata Rahman.

Lain lagi Erniati, mewakili Desa Bakit yang mengatakan warga minta keadilan, karena Ponton Selam milik warga tidak dapat beroperasi sedangkan Ti Tower dapat bekerja.

“Kami punya Ponton Selam tidak bisa bekerja, sedangkan Tower bisa bekerja. Jadi kita minta keadilan agar kami bisa bekerja di Laut Desa Bakit,” ujarnya.

Senada, Atan selaku panitia menjelaskan kedatangan para warga untuk menuntut agar mereka dapat bekerja di wilayah mereka sendiri.

“Kami menuntut agar kami dapat bekerja di perairan desa kami sendiri,” kata Atan.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming yang ikut menampung aspirasi warga Parittiga, Jebus menjelaskan Pemkab Babar akan menyampaikan ke pihak PT. LSM agar warga dapat beraktivitas di wilayah IUP milik PT. LSM.“Selain itu kasih waktu kami dalam satu atau dua hari ini untuk menyampaikan ke pihak berwenang di Provinsi Bangka Belitung. Kami akan sampaikan ke pihak PT. LSM dan Polda Kepulauan Bangka Belitung. Karena ini bukan wewenang kita (Pemkab Bangka Barat,” ujar Bong Ming Ming di hadapan warga.

Wabup menegaskan bahwa masalah gawe (kerja) tidak begawe itu wilayah Provinsi Babel, maka akan disampaikan ke provinsi.

“Jum’at kami (Bupati dan Wakil Bupati Babar), Kapolres Bangka Barat dan Dandim 0431/Bangka Barat bersama Forkopimda Bangka akan kumpul di Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk membahas tambang yang ada di Desa Bakit Parittiga ini,” jelas Wabup Bong Ming Ming mewakili Bupati Bangka Barat Sukirman.

Pihak PT. LSM sendiri melalui Bahtiar kuasa hukum nya, ketika dihubungi TBO terkait aksi warga yang menuntut aktivitas Ponton Selam di IUP milik PT. LSM mengaku tidak mempersalahkan keinginan warga.“Tidak ada masalah dengan aktivitas Ponton Selam, justru menambah produksi kami. Namun dari sisi hukum, jangan sampai nanti PT LSM disalahkan. Harapan kami agar para penambang selam ini bisa diakomodir dan tidak menyalahi hukum dan perundang-undangan,” jelas Bahtiar. Fani Tamzona

Artikel ini telah dibaca 135 kali

Baca Lainnya