Berita Polisi

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 06:44 WIB

3 minggu yang lalu

AKBP Sumarni, Kapolres Sukabumi Kota (foto : tribun)

AKBP Sumarni, Kapolres Sukabumi Kota (foto : tribun)

Aksi Polisi Hapus Foto dan Video Jurnalis, Kapolres Sukabumi Kota Minta Maaf

TBOnline [KOTA SUKABUMI] — Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni, mengaku prihatin dan meminta maaf atas tindakan penghapusan foto dan video yang diduga dilakukan oknum aparat kepolisian kepada jurnalis yang tengah meliput aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law, di Gedung DPRD Kota Sukabumi.

“Saya, selaku pimpinan pengamanan pada saat aksi mahasiswa, merasa prihatin dan meminta maaf atas kejadian ini kepada seluruh jurnalis,” ujar Sumarni, Kamis (8/10).

Petugas kepolisian menyemprotkan water canon ke arah aksi penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sukabumi Kota (foto : ist)

Sebelumnya, demonstrasi mahasiswa menolak Omnibus Law di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, pada (8/10) ricuh.

Polres Sukabumi Kota berusaha membubarkan massa aksi dengan menyemprotkan water canon, disusul dengan dikerahkannya Dalmas yang dibantu Brimob Polda Jabar yang lengkap dengan tameng dan pentungan.

Akibatnya, ratusan massa aksi lari tunggang langgang ke berbagai arah menghindari kejaran aparat kepolisian.

Peristiwa pembubaran massa ini pun diabadikan jurnalis tribunjabar  dengan smartphone-nya.

”Saat itu merekam video dan mengambil foto petugas kepolisian yang mengejar mahasiswa diduga provokator kericuhan. Saat itu ada anggota polisi teriak hapus tuh, hapus rekaman,” ungkap jurnalis Fauzy.

Tak hanya itu, kemudian Fauzy dihampiri dua orang berpakaian preman dari arah depan dan arah belakang.  Keduanya memaksa agar menghapus foto dan video yang baru saja diambil.

Meksi sudah mengaku jurnalis dan memperlihatkan id card, oknum yang diduga aparat kepolisian ini tidak mengindahkannya.

”Malah merebut handphone, langsung menghapus video dan foto,” sebut Fauzy.

Sehari sebelumnya, saat demonstrasi ricuh di persimpangan Jalan Ir H Djuanda di Jalan RE Martadina pelarangan mengambil gambar sempat juga dialami beberapa jurnalis. Nuryasin Anwar /(kps)

Artikel ini telah dibaca 307 kali

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A
Baca Lainnya