AJi-Su Persoalkan DPMPTSP Kabupaten Sukabumi Soal Izin Masjid Perahu Wisata di Cicurug

TBOnline, SUKABUMI ¦ Aliansi Jurnalistik Sukabumi (AJi-Su) mempersoalkan sejumlah perizinan yang diterbitkan pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi kepada PT. Wahana Air Sribandiyah Soewarto (masjid perahu), yang berlokasi usaha di Kampung Sikup (jalur alternatif Cicurug), Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug. 

“Dinas perizinan (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi seperti mengobral perizinan ketika menerbitkan IMB atas nama PT. Wahana Air Sribandiyah Soewarto (masjid perahu) meski diduga kuat terdapat beberapa rekomendasi dinas teknis yang menyalahi ketentuan. Kemungkinan para perangkat daerah ini tidak turun ke lokasi dan hanya sekedar menerima laporan,” ungkap Ketua AJi-Su Jaya Taruna, Sabtu (22/6/24).

Bacaan Lainnya

Jaya menginventarisir beberapa temuan pihaknya serta laporan masyarakat terkait kejanggalan perizinan masjid perahu, antara lain dugaan tidak memiliki siteplan awal, dan bangunan tidak berada di dalam ruang bebas jaringan transmisi tenaga listrik (SUTT/SUTET) sebagaimana Permen ESDM RI Nomor 13 tahun 2021 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.“Kini tinggal menunggu ketegasan DPMPTSP Kabupaten Sukabumi untuk meninjau kembali rekomendasi dan perizinan yang sudah dan akan terbit atas nama PT. Wahana Air Sribandiyah Soewarto (masjid perahu) karena ini menyangkut pelayanan dan hak publik, bila perlu stop operasional dulu sampai semua terpenuhi. AJi-Su akan terus memantau proses perizinan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar, tidak menjawab tegas saat ditanyakan soal jaringan transmisi tenaga listrik (SUTT/SUTET) yang berada di dalam lokasi masjid perahu, kadis seperti cenderung melempar bola panas ke pihak pertanahan dan tata ruang (DPTR).

“Itu kan sudah ada penetapan lokasi untuk pemanfaatan ruang saat PT. Wahana mendapatkan IMB/PBG, kemudian disuport SKRK, PKKPR, cuma memang tidak terbaca ada jaringan sutet disitu,” kilahnya, saat dihubungi lewat seluler, Rabu (19/6/24).

Kadis Ali bahkan mengirimkan pesan WA “tak nyambung” kepada Ketua AJi Su Jaya Taruna, ketika disampaikan kewajiban dinas untuk monitoring dan evaluasi sebelum menerbitkan SLF PT. Wahana. “tangtos a Atamusuk bil syariah Atamusuk bil asyuro Yaktos,” balas Ali.   

Diketahui, dalam dokumen yang diterbitkan DPMPTSP Kabupaten Sukabumi nomor : 600.2.8.4/843-Koord.PTSP/2024 tanggal 13 Juni 2024, perihal himbauan yang ditujukan kepada Direktur PT. Wahana Air Sribandiyah Soewarno, disampaikan untuk segera mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan Sertifikat Laik Higienis melalui prosedur yang telah ditetapkan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.      

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *