Headline Kabupaten Sukabumi Nasional

Kamis, 3 Desember 2020 - 03:54 WIB

5 bulan yang lalu

Ada Ojang Affandi Hingga Kadis Thendi, Apa Kabar Kasus Video APDESI?

TBOnline [SUKABUMI] — Dalam gelombang aksi para jurnalis dan LSM sebagai reaksi atas video pernyataan para oknum kepala desa yang tergabung dalam APDESI Kabupaten Sukabumi yang diunggah pada Selasa (24/11) lalu, setidaknya ada dua nama yang santer disebut, yakni nama Kades Jambe Nengang Ojang Affandi serta Kadis DPMD Kabupaten Sukabumi Thendi Hendrayana, keduanya dituding —meski belum terbukti— ikut andil dalam prosesi terjadinya video pernyataan sikap para oknum kades ini.

Vidoe pernyataan sikap para kades di Kantor DPMD Kabupaten Sukabumi (Foto : TBO)

Ojang Affandi (OF) adalah Kepala Desa Jambe Nengang, Kecamatan Kebon Pedes, yang juga Wakil Ketua DPC APDESI Kabupaten Sukabumi. Ojang diduga berperan —karena berdiri paling depan— mengomandoi rekannya sesama kepala desa dalam membuat pernyataan kontroversi yang dianggap melukai hati para insan pers dan LSM ini.

Ojang Affandi (duduk ditengah) Kades Jambe Nengang yang namanya diduga masuk dalam struktur tim kampanye salah satu calon dalam Pilkada Sukabumi 2020 (Foto : TBO)

Penelusuran TBO, meski berstatus kepala desa, Ojang Affandi juga tercatat sebagai salah satu ketua tim sukses salah satu pasangan calon di Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 untuk Kecamatan Kebon Pedes.

Ojang sendiri ketika diklarifikasi tidak menampik informasi ini, namun ia mengaku namanya sudah tidak terdapat lagi dalam susunan tim.

“Oh ia itu mah salah, karena sebelum apapun udah di ganti,” jawabnya ketika dihubungi TBO melalui pesan WA, Sabtu (28/11/2020).Sementara, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Haryanto menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan terkait nama Ojang yang tercatat dalam tim kampanye salah satu paslon tersebut. Menurut Teguh sudah ada perbaikan, hanya tinggal memastikan lagi ke KPU.

Teguh Hariyanto, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi (foto : istimewa)

“Dulu saran perbaikan sudah disampaikan dan ada perbaikan pas masa perbaikan tim oleh LO, mengenai pelapor kita terima dan ada nanti alur penanganan pelanggarannya. Kalo pelapor sudah ada yang ke Bawaslu, nanti pastinya dalam proses penanganan, kalo sudah kita sampaikan,” kata Teguh.

Selain Ojang Affandi, adalagi nama Kadis DPMD Kabupaten Sukabumi Thendi Hendrayana, yang dianggap ikut bertanggungjawab atas kehadiran para oknum kades yang tergabung dalam APDESI ini, diduga dengan memberikan tempat di halaman kantornya ketika video dibuat.

Terlebih Kantor DPMD Kabupaten Sukabumi sendiri, juga menjadi sasaran aksi para wartawan dan LSM pada Rabu (25/11/2020) lalu.

Thendy Hendrayana, Kadis PMD (DPMD) Kabupaten Sukabumi (berdiri dengan masker dan sarung tangan hitam) di hari video pernyataan sikap para kades dibuat (Foto : TBO)

Thendy sendiri, ketika diklarifikasi TBO pada Selasa (24/11), terkait dugaan memfasilitasi kehadiran para kepala desa yang tergabung dalam APDESI Kabupaten Sukabumi, hingga berita ini dimuat belum memberikan klarifikasinya, meski pesan TBO terlihat sudah terbaca di ponselnya.

Sementara itu, kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang diduga dilakukan oknum kepala desa yang tergabung dalam APDESI Kabupaten Sukabumi ini, hingga kini masih dalam penanganan dan belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Sukabumi.

APDESI sendiri sudah melakukan klarifikasi serta permohonan maaf melalui konferensi pers di Sekretariat Apdesi Kabupaten Sukabumi di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Rabu (25/11/2020).

Keesokan harinya, Kamis (26/11/2020), Pemkab Sukabumi melalui dinas dan instansi terkait turun tangan melakukan mediasi dan silaturahmi dengan mengumpulkan para pihak di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi.

Hadir dalam mediasi ini, Pjs Bupati Raden Gani Muhamad, Kapolresta Sukabumi AKBP Sumarni, Kapolres Kabupaten Sukabumi M. Lukman Syarif, Kadis DPMPD Kabupaten Sukabumi, Kesbangpol, Ketua APDESI serta jajaran, Pihak LSM dan media antara lain PWRI, PWI, LSM GAPURA dan LSM MAUNG SAGARA.

Suasana mediasi yang difasilitasi Pemkab Sukabumi yang dihadiri pihak APDESI dan LSM serta media yang digelar di pendopo kabupaten (Foto : TBO)

Terdapat 4 poin kesimpulan dari hasil silaturahmi yang dibacakan Pjs Bupati Raden Gani Muhamad ini :
1. Saling memaafkan antara APDESI dan LSM serta media yang hadir
2. Pemda meminta menjaga kondusifitas Kabupaten Sukabumi dalam suasana jelang pilkada
3. Pemda dan APH meminta LSM dan media tidak mengerahkan massa
4. Adapun kasus hukum diserahkan kembali kepada penegak hukum

Raden Gani Muhammad, Pjs Bupati Sukabumi, dalam mediasi antara APDESI dengan pihak LSM dan media di pendopo kabupaten (Foto : TBO)

Salah seorang perwakilan media dan LSM yang dijumpai usai acara silaturahmi ini menjelaskan bahwa kehadirannya bukan mewakili LSM dan media manapun, sebagaimana yang disampaikan dalam forum silaturahmi.

“Kami PWRI, PWI, LSM GAPURA dan LSM MAUNG SAGARA sepakat untuk menolak menandatangani berita acara silahturahmi, hanya memaafkan dari hati ke hati saja,” pungkasnya. Red ***

 

Artikel ini telah dibaca 951 kali

Baca Lainnya