Tak Punya Komitmen Integritas, Yani Kurniawati Berhenti Jadi Ketua Rw06 : Diduga Keruk Dana Masyarakat Hingga Rp40,9 Miliar Perlu di Audit

Para tokoh agama bergambar bersama Ketua Rw, Sekretaris dan Bendahara Rw06 yang dipilih secara aklamasi untuk bertugas selama 6 tahun ke depan, mulai Juni 2026 hingga Juni 2031 (Tim Fakta Integritas)

TBOnline, SOREANG ¦ Mengambil tempat di Masjid Jami Al-Fitroh Persatuan Islam (PERSIS) Kampung Pasantren, Jum’at malam (12/6) lalu, telah dilangsungkan acara pemilihan Ketua Rw06, Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Dalam acara ini sedikitnya hadir 75 orang warga dari Rt01,02 dan 03, dalam lingkungan Rw06.

Pemilihan Ketua Rw06 beserta 2 (dua) pembantunya Sekretaris dan Bendahara
dilaksanakan secara aklamasi musyawarah mufakat, melalui perudingan tertutup para
tokoh masyarakat, dipimpin oleh H. Aep Syaefuloh, Imam Masjid Al-Fitroh. Hasil
perundingan disepakati, nama Sukandar resmi dikukuhkan sebagai Ketua Rw06
membawahi 3 (tiga) Rt, yakni Rt01, 02 dan 03 di Desa Sukamukti, untuk bertugas selama 6 (enam) tahun ke depan (2026-2031) dengan dibantu oleh 2 (dua) stafnya masing-masing Sdr. Suganda sebagai Sekretaris dan Sdr. Soleh Sutisna sebagai bendahara.

Dari kiri ke kanan: Deden Kadus, Suganda Sekretaris Rw, Dadan Sekretaris Desa
Sukamukti, Sukandar Ketua Rw dan Soleh Sutisna Bendahara Rw06 (Tim Fakta Integritas)

Sebagaimana diumumkan oleh Sdr. Sofiyan selaku moderator. Usai dikukuhkan, di tempat terpisah Sukandar alias Apih Andai bicara singkat seputar dirinya yang dipercayakan oleh masyarakat lewat Badan Musyawarah Pemilihan (BAMUS) diketuai H. Ikin.

“Insya Allah bulan Juli sudah beraktivitas menjadi pelayan masyarakat,” kata Sukandar singkat.

Dalam pada itu tokoh pemuda warga Rt02, Mohammad Arifin, meminta kepada Ketua Rw terpilih hendaknya dapat melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh, bekerjasama dengan para pembantunya, seperti Sekretaris dan Bendahara Rw.

Menurut Arifin, setiap ada pemilihan Ketua Rw selama ini tidak pernah ada Sekretaris dan Bendahara, contohnya selama 6 tahun Sdr. Yani Kurniawati menjadi Ketua Rw06, dia bergerak sendiri.

Hampir seirama dengan Mohammad Arifin, Suganda, pengusaha Home Based Printing Bussiness (usaha percetakan di dalam rumah, Red) yang ditunjuk sebagai Sekretaris Rw mengatakan, untuk memperbaiki jalannya pemerintahan selama 6 tahun kedepan,
tidak ada skala prioritas, apa yang harus dibangun. “Kami bersama Rw dan bendahara, sementara akan melakukan konsolidasi dengan semua pihak, tokoh agama dan tokoh pemuda,” katanya.

Dijelaskan Suganda, banyak yang perlu dibangun di lingkungan Rw 06, diantaranya membangun sistem kerja yang disiplin, memberikan pelayanan dan melayani masyarakat. “Kami bersama Rw akan mengupayakan mencari lahan untuk membangun
Sekretariat RW, karena Sekretariat Rw sangat diperlukan guna dijadikan aula pertemuan serba guna bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk membangun Sekretariat Rw, tentu harus melibatkan pihak para pemangku
keputusan di Kantor Desa Sukamukti, seperti PPD dan Kepala Desa, yang tentunya aula sekretariat bisa dibangun dengan anggaran dana desa.

Acara pengukuhan Ketua Rw06 dan Sekretaris berikut Bendahara RW, disaksikan oleh Sekretaris Desa, Dadan. H dan Kepala Dusun serta 3 orang Ketua RT dalam lingkup Rw06

RW Surplus di Sukamukti

Dari hasil observasi serta dialog Kukuh Harjaya dari LMPK-AP untuk NKRI bersama masyarakat di sekitar lingkungan Rw06 dan dibenarkan oleh Ayep, Ketua BPD (Badan
Permusyawaratan Desa) Sukamukti, bahwa wilayah Rw06 merupakan RW yang paling surplus.

Kata Ayep, siapapun orangnya yang menjabat Ketua Rw06 tidak perlu bingung mencari biaya untuk membangun wilayahnya, asalkan bisa membangun komunikasi dengan
para Rt serta masyarakat. Masyarakat di Rw06, selain petani produktif juga memiliki usaha, seperti warung dan masyarakat memerlukan kenyamanan tempat usaha, terhindar dari gangguan preman.

Menyikapi laporan dari LMPK-AP untuk NKRI bersama Tim Fakta Integritas, seputar penghasilan Ketua Rw06 yang rata-rata setiap bulanya dapat mengutip uang dari masyarakat sebesar Rp.47.400.000,- pihak BPD dan masyarakat pegiat anti korupsi
perlu mengawal adanya pungutan yang dilakukan oleh Ketua Rw.

Sebagaimana dilaporkan oleh Kukuh Harjaya, pengurus LMPK-AP untuk NKRI bersama Tim Fakta Integritas kepada pihak BPD dan kepada targetbuser.co.id bahwa sepak terjang Yani Kurniawati selama 6 tahun menjabat Ketua Rw06 tidak ada perubahan dalam menata lingkunganya, padahal income yang di kutip dari masyarakat selama 6
tahun mencapai Rp. 568.800.000 X 6 tahun Rp. 40.953.600.000,00.- jumlah ini tidak termasuk uang hasil pungutan dari pengusaha yang menancapkan 8 tiang internet untuk jaringan Wifii di lingkungan Rw06. Dimana, Ketua Rw telah mengutip sebesar Rp2,5 juta /per tiang internet 6 x 2.500.000 = Rp .15.000.000.- jika dijumlah keseluruhannya yang dikutip mencapai Rp. 40.968.600.000,- Ini jumlah yang sangat signifikan.

Uang Yang Diduga Masuk ke Kocek Yani Kurniawati.

Uang yang dikutip oleh Ketua Rw selama 6 (enam) tahun bersumber dari :

  1. Lahan parkiran Indomaret dikutip Rp 22.400.000,-/bulan.
  2. Uang kebersihan dari pedagang yang menggunakan gerobak dikutip setiap bulan Rp 2.000.000,-/gerobak.
  3. Uang kebersihan dari setiap ruko dikutip Rp 20,000.000,-/bulan, terdapat sekitar 50
    ruko.
  4. Uang kebersihan dari Indomaret dikutip Rp. 2.000.000,-/bulan.
  5. Uang kebersihan dari Puskesmas Sangkanhurip dikutip Rp. 1.000.000,-/bulan.

Keberhasilan Yani Kurniawati, untuk menduduki jabatan Ketua Rw tidak dipisahkan dari pengeluaran uang yang ditebarkan kepada calon pemilih yang setiap suara dibayar Rp50 ribu karena uang, Yani Kurniawati dipilih warga.

Sumber menyebutkan, saat menjelang pemungutan suara, Yani Kurniawati menyediakan dana sebesar Rp. 15.000.000. Bahkan Agus Tajudin, Kepala Desa Sukamukti memberikan modal kepada Yani Kurniawati sebesar Rp. 6.000.000,-

LMPK-AP untuk NKRI bersama Tim Fakta Integritas yang mengikuti jalannya
pemerintahan di Rw06 yang dikendalikan Yani Kurniawati selama 6 tahun ternyata tidak memiliki integritas untuk mewujudkan Tata Pemerintahan yang Baik (Good Governance), Pemerintahan yang Bersih (Clean Governmen) dan bebas KKN, serta tidak memiliki komitmen untuk melaksanakan Gerakan Disiplin Nasional (GDN).

Yani Kurniawati sebagai Ketua Rw, adalah pemimpin yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, ternyata tidak berhasil membangun lingkungan Rw06, tidak mampu menjadi pelayan masyarakat, lebih fokus melayani kerabat terdekat dan lingkungan keluarga, sementara masyarakat miskin (non kerabat) dan pendatang
diabaikan.

Selama 6 tahun menjadi Ketua Rw, Sistem Keamanan Lingkungan (SIS KAMLING), ronda-ronda keliling ditiadakan, dengan tidak adanya ronda malam, pencurian di waktu malam acap kali terjadi, menjadikan warga tidak nyaman. Yang paling tragis lagi
ketika masyarakat yang kena korban pencurian hendak melapor kepada polisi tidak diperbolehkan. Tidak boleh melapor tanpa alasan.

Guna menjaga hal hal yang tidak diinginkan yang dilakukan masyarakat, LMPK-AP Untuk NKRI bersama Tim Fakta Integritas Jawa Barat minta kepada pemerintahan desa serta Muspika Katapang turut mendukung untuk mengaudit keuangan Ketua Saudari Yani Kurniati dari jabatannya selaku Ketua Rw06 Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung Selatan.

Tidak hanya sebatas diberhentikan saja, juga harus dilakukan serah terima jabatan serta laporan keuangan selama Saudari Yani Kurniawati menjabat Ketua RwO6, keuangan harus di audit dan dilanjutkan proses hukum ke pihak yang berwajib atas kasus tindak pidana
korupsi (KKN) yang dilakukannya. Asmadi. MA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *