TBOnline, LEBAK ¦ Para pemilik usaha hiburan sound system di Rangkasbitung, Lebak, mengeluhkan event organizer /EO (penyelenggara atau pengorganisir acara —red) di Kabupaten Lebak yang tidak mendayagunakan potensi lokal yang ada, para EO ini dianggap lebih sering menggunakan sound system dan yang lainnya dari luar.
“Seiring dengan maraknya kegiatan yang ada di Pemerintahan Kabupaten Lebak, event atau pameran tidak lepas dari pengadaan sound system dan lainnya namun selalu menggunakan jasa pihak luar, seolah pribumi terkesan jadi penonton di tempatnya sendiri,” keluh Prayoga, warga Rangkasbitung pemilik usaha entertainment, video shooting dan sound system, Minggu (17/6/23).
Lanjut Prayoga, padahal slogan dan motto Pemerintah Kabupaten Lebak, dalam setiap kegiatan ialah bagaimana setiap program dapat meningkatkan potensi lokal yang ada, sehingga dengan sendirinya perekonomian masyarakat setempat meningkat.
“Iya, kami pelaku usaha video shooting, sewa sound system dan lain-lain di Rangkas ini merasa seperti keberadaan kami ini tidak ada, kalau ada event di Alun-Alun Rangkasbitung misalnya, EO yang dipercaya instansi justru dari pihak luar bukan yang dari Rangkas,” keluhnya.
Padahal saat ini tenda-tenda untuk stand pameran berikut dengan panggung, videotron, sound system yang berkualitas sudah bisa diusahakan disini (Rangkasbitung —red).
“Untuk itu, kami atas nama pemilik usaha bidang entertainment di Kabupaten Lebak mengharapkan pemerintah daerah mendorong para EO yang ditunjuk oleh instansi terkait untuk memberdayakan kami masyarakat Kabupaten Lebak, karena menjadi sebuah kebanggaan bagi kami bilamana hajat besar yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat menggunakan jasa kami, sehingga kami juga turut andil dalam mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Aris RJ, salah seorang musisi (entertainer) juga menyebut bahwa EO di Kabupaten Lebak terkesan meremehkan dan tutup mata terhadap para pemilik usaha entertain yang ada disini, meski di Rangkasbitung pemilik usaha ini banyak, namun kenyataannya sudah beberapa kali kegiatan EO yang ditunjuk instansi tidak pernah melirik pelaku usaha hiburan di Rangkas. deni






