Bangka Belitung Nasional

Selasa, 5 Januari 2021 - 10:50 WIB

4 bulan yang lalu

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan (Foto : Fani Tamzona)

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan (Foto : Fani Tamzona)

16 Orang Dimintai Keterangan di Polres Babar, Terkait Pengerusakan Inventaris Desa Belo Laut

TBOnline [BANGKA BARAT] — “Jadi mereka kita undang terkait adanya laporan saja, sejauh ini baru 16 orang yang hadir, satunya itu masih berhalangan, kita ada salah nama mengundang. Sesuai dengan laporan Kepala Desa Belo Laut terkait pengrusakan inventaris kantor dan mobil,” demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan, Senin (04/01/2021).

Pemanggilan ini, kata Andri, berkaitan dengan aksi massa yang dilakukan pada Senin (28/12/2020) lalu yang berujung pengrusakan inventaris Desa Belo Laut.

“Ini baru interogasi awal dulu sama mereka orang yang kita undang ke sini, kita lihat perkembangannya dari hasil pemeriksaan, nanti kita gelar. Intinya nanti sesuai dengan hasil gelar ada atau tidak (pidana) yang disangkakan, karena sekarang kita belum bisa berspekulasi karena ini masih proses,” jelas Andri.

Kasat juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat, jika ingin melakukan unjuk rasa hendaknya jangan sampai melakukan hal yang dilarang, seperti berlaku anarkis dan merusak karena akan ada ancaman pidana.

“Tadi juga kita sudah sampaikan pesan-pesan kepada mereka, namanya juga warga Indonesia yang baik silahkan untuk unjuk rasa, menyampaikan aspirasi dan demonstrasi itu sah-sah saja, itu diatur dalam undang-undang, bahkan kita kawal, kita jaga. Namun hal-hal yang dilarang seperti anarkis, kemudian merugikan orang lain apalagi merusak itu yang tidak boleh itu, nanti ada aturan mainnya akan beda lagi, akan menuju ke pidana,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemicu dugaan pengerusakan kantor desa yang dilakukan puluhan warga pada Senin (28/12/20) ialah terkait keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) CINTA-1 mitra PT. Timah yang diduga berada agak menepi di perairan Belo Laut, yang kemudian dianggap melakukan aktivitas pertambangan. Fani Tamzona

 

Artikel ini telah dibaca 258 kali

Baca Lainnya